Tampilkan postingan dengan label Akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2015

12 Fakta, Musik Tidak Sejalan dengan Al-Qur’an


Al-Qur’an:

Membangun hati yang sehat, bebas dari penyakit.
Musik: Meningkatkan penyakit hati
Qur’an: mengingat Allah ﷻ.
Musik: sebagai gangguan dari mengingat Allah ﷻ.
Qur’an:
Menyeru kepada sunnah Rasulullah ﷺ, ketaatan, ibadah, bimbingan, karakter yang baik, pengampunan, surga.
Musik:
Untuk sebagian besar, mengundang dosa dan segala sesuatu yang mengarah kepada kemungkinan dosa (keinginan rendah, kekayaan, kekuasaan, ketidak percayaan, ketelanjangan).
Inilah ulasannya.

***
12 kebenaran sederhana tentang Qur'an vs. musik
Adiba Hasan Kamis, 21 Jumadil Awwal 1436 H / 12 Maret 2015 12:00
dok. IOU
WASHINGTON (Arrahmah.com) -
Amina Edota membandingkan Musik dengan Al-Qur’an.
Apa yang terjadi? Sebanyak 12 kebenaran sederhana ia dapatkan sebagai bahan perenungan yang mendalam.

Demikian posting Dr. Bilal Philips pada akun Facebook resminya, Senin (10/3/2015).
Musik adalah bagian besar dari kehidupan kita. Ini adalah tren sosial, pernah berkembang dan populer di seluruh dunia.
Tidak diragukan lagi, masyarakat terus-menerus dibombardir oleh segala jenis musik di pusat perbelanjaan, pasar, jalanan, jingle-jingle di radio, saluran TV, bahkan di internet.
Saat ini, musik juga memainkan peran eksplisit dalam banyak manajemen pendidikan dan tempat kerja.

Bahkan secara medis musik diklaim dapat menghilangkan stress dan memberikan ketenangan.
Bagi banyak orang, terutama kaula muda, musik bisa dianggap seperti balsem atau aroma terapi yang bermanfaat bagi tubuh, akal, dan jiwa.
Karenanya, musik dianggap sebagai kegiatan yang tidak berbahaya dan menjadi sumber kedamaian, relaksasi, kreativitas dan inspirasi.
Selain itu, banyak pihak menganggapnya postif karena tidak menghentikan orang dari shalat, berpuasa dan melakukan perbuatan baik.
Lantas apa masalahnya?

Musik atau Qur’an

Perenungan Amina dicetus oleh pengalaman di sekolahnya beberapa tahun yang lalu.
Gurunya menjelaskan bahwa Al-Qur’an dan musik tidak pernah dapat beriring harmonis di hati seorang Mukmin.
Hal itu menggelitik benaknya, karena ini memiliki konsekuensi serius pada pikirannya, ibadah dan gaya hidupnya secara umum.
Perang batin Amina menghantarkan dirinya untuk mengenal Kita Suci al-Qur’an yang suci. “Ini adalah rahmat, panduan dan perlindungan bagi umat manusia.
Ini juga merupakan pengingat yang kuat, mukjizat dan wahyu ilahi,” ujarnya.
Mengutip ulama besar Ibnu Qayyim Amina menerangkan, “Al-Qur’an adalah semua tentang tauhid”.
Dan tidak ada hal yang menduduki peringkat lebih tinggi sebagai prioritas seorang Muslim daripada menegakkan tauhid.

Menurut Amina, musik di sisi lain dapat mengungkapkan segala sesuatu, kecuali tauhid.
Meskipun mungkin masih banyak perdebatan tentang banyak manfaat dari musik, secara istiqomah Muslimah muda ini mengampanyekan 12 kebenaran sederhana berikut untuk direnungkan kaum Muslimin.

1. Asal
Qur’an: Firman Allah Ta'ala
.
Musik: Dibuat, direproduksi dan didistribusikan oleh manusia.
2.Tema
Qur’an: Tauhid (Keesaan Allah Ta'ala), aqidah (keyakinan), isu-isu yang berkaitan dengan ibadah, keuntungan yang kekal (akhirat).
Musik: Umumnya berisi keinginan rendah dan keuntungan duniawi.
3. Manfaat
Qur’an: 100% menguntungkan setiap saat, untuk dibacakan kepada mahluk ciptaan Allah (manusia), didengarkan atau direnungkan.
Musik: Manfaatnya sedikit untuk tuuan tertentu dan pada waktu tertentu misalnya, musik tenang untuk relaksasi diri, lirik motivasi, dll.
4. Konten
Qur’an: Terkait dengan sukses di dunia dan akhirat; juga terkait dengan berbudi pekerti, perbuatan baik dan ibadah.
Musik: Terkait hanya untuk memperoleh keberhasilan dalam dunia ini; juga terkait dengan karakter yang korup, alkohol, obat-obatan, hawa nafsu dan bunuh diri.
5. Seruan
Qur’an: Menyeru kepada sunnah Rasulullah ﷺ, ketaatan, ibadah, bimbingan, karakter yang baik, pengampunan, surga.
Musik: Untuk sebagian besar, mengundang dosa dan segala sesuatu yang mengarah kepada kemungkinan dosa (keinginan rendah, kekayaan, kekuasaan, ketidak percayaan,
ketelanjangan).
6.Tujuan
Qur’an: mengingat Allah ﷻ.
Musik: sebagai gangguan dari mengingat Allah ﷻ.
7. Produksi dan Replikasi
Qur’an: Belum pernah dan tidak dapat diproduksi. Allah ﷻ menantang manusia dalam berbagai ayat untuk melakukannya.
Musik: Siapapun dapat kembali / menghasilkan musik. Ada banyak program, sekolah dan para ahli yang didedikasikan untuk belajar seni.
8. Efek umum
Qur’an: Memberikan efek internal yang menenangkan yang tahan lama dan bergizi bagi jiwa, dampak jangka panjang (akhirat)
Musik: Memberikan efek menenangkan eksternal yang bersifat sementara
9. Efek pada Jiwa
Al Qur’an: gizi murni untuk jiwa melalui pembersihan spiritual dan pemurnian tauhid.
Musik: Junk food bagi jiwa melalui penurunan kekuatan spritual dan menguras nafsu dan emosi.
10. Efek pada hati
Qur’an: Membangun hati yang sehat, bebas dari penyakit.
Musik: Meningkatkan penyakit hati, dari keraguan keinginan.
11. Gaya hidup
Qur’an: Pesan dapat berkembang dan terinternalisasi menjadi gaya hidup positif dan kepribadian yang stabil.
Musik: Pesan dapat mengubah gaya hidup menjadi negatif, menghasilkan kepribadian yang korup dan tidak stabil.
12. Koneksi dengan Allah ﷻ
Qur’an: membangun kesadaran yang tinggi tentang eksistensi Allah ﷻ, menjadi lebih dekat kepada-Nya.

Musik: Membawa manusia menjadi ‘gaflah’ (lalai) dari Allah ﷻ, meningkatkan daya tarik musisi.
Rujukan

Dr. Gohar Mushtaq (2011). Music Me Do It.
Studi In-Depth Musik melalui Islam dan Sains.
International Islamic Publishing House (IIPH). Riyadh, Arab Saudi.
(adibahasan/arrahmah.com)

https://www.facebook.com/HartonoAhmadJaiz/photos/a.628431040607249.1073741828.628420973941589/723393571110995/?type=1&theater

Didengarkan dan ditonton dengan seksama dan dengan hati yang siap menerima, insya Allah apa yang di sampaikan bisa diterima, Amin
m.youtube.com/watch?v=9rm3XHfUJ_U...

Selasa, 21 April 2015

Nasehat


1☜ ► Apabila kamu melihat orang lain kagum kepada dirimu, ketahuilah bahwa mereka sebenarnya lagi mengagumi keindahan yang dimunculkan Allah dari dirimu, sementara mereka tidak mengetahui kejelekan yang ditutupi Allah pada dirimu.
Oleh karena itu bersyukurlah, jangan tertipu!!

2☜ ► Bila kamu ingin bahagia jangan banyak termangu oleh ingatan-ingatan masa lalu.
Jangan terikat di belakang orang yang tidak mempedulikanmu.
Tidak ada orang yang mati gara-gara berpisah dengan orang lain.
Bersyukurlah kepada Allah terhadap nikmat lupa kepada ingatanmu!

3☜ ► Jangan berobsesi menjadi lebih baik dari pada orang lain, tapi berobsesilah untuk menjadi lebih baik dari pada dirimu kemaren!

4☜ ► Kecilkan akalmu ketika kamu sibuk berinteraksi dengan akal orang lain, dan besarkan akalmu ketika kamu fokus kepada dirinya.

5☜ ► Diam dalam posisi sulit akan melahirkan penghormatan, kebalikan dari pertengkaran dan perdebatan yang akan melahirkan kebencian dan dendam.

6☜ ► Berinteraksilah dengan orang lain atas dasar dia adalah orang yang paling penting dalam hidupmu.
Bukan artinya kamu akan merasakan bahagia dari sikap seperti itu.
Akan tetapi selanjutnya kamu akan memiliki teman yang banyak, yang memberikan rasa yang sama kepada dirimu.

7☜ ► Bergaullah dengan orang yang mempunyai kepribadian positif, karena ia akan memberi pengaruh kepada pikiran, akal dan tingkah lakumu.
Tanpa disadari kamu juga akan berubah menjadi orang yang berkepribadian positif.
Setelah itu kamu akan mulai memberi pengaruh positif juga kepada orang lain.

8☜ ► Bila kamu dinasehati orang lain dengan cara yang keras jangan potong pembicaraannya.
Ambillah faedah dari tanggapan-tanggapannya terhadap dirimu.
Di balik kekerasannya itu sebenarnya ada rasa cinta yang mendalam.
Janganlah bagaikan orang yang memecahkan alarm pengingat yang tidak berdosa, kecuali ia telah membangunkanmu dari tidur!!

9☜ ► Senyum itu tidak akan membelikan untukmu sebungkus roti, akan tetapi ia akan membelikan untukmu jiwa yang banyak.
Karenanya, Maha Suci Allah yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita, yang dengannya kita akan mendapatkan pahala.

------
Source: "Karena Wanita Ingin Dimengerti"

Rabu, 15 April 2015

Adab Orang Tua Terhadap Anaknya

-----------------------------------------------
Hikmah Kajian
Ustadz Syafiq Riza Basalamah, M.A
@rodjatv, 
-----------------------------------------------
 

Sayangi anak2 kita, cium mereka, karena kalau kita tidak menyayangi mereka, maka kita pun tidak akan Allah rahmati.

Abu Hurairah –semoga Allah meridhoinya- berkata:

قَبَّلَ النَّبِىّ صلى الله عليه وسلم الْحَسَنَ بْنَ عَلِىٍّ ، وَعِنْدَهُ الأقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيمِىُّ جَالِسًا ، فَقَالَ الأقْرَعُ : إِنَّ لِى عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ مِنْهُمْ أَحَدًا ، فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم، ثُمَّ قَالَ : مَنْ لا يَرْحَمُ لا يُرْحَمُ

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mencium Al-Hasan bin 'Ali, dan di sisi Nabi ada Al-Aqro' bin Haabis At-Tamimiy yang sedang duduk.
Maka Al-Aqro' berkata, "Aku punya 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang pernah kucium".

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallampun melihat kepada Al-'Aqro' lalu beliau berkata, "Barangsiapa yang tidak merahmati/menyayangi maka ia tidak akan dirahmati"
(HR Al-Bukhari no 5997 dan Muslim no 2318)

Padahal RAHMAT Allah itu AMATLAH LUAS, bayangkan... SELURUH KASIH SAYANG YANG BISA TERJADI DI DUNIA INI, DI ANTARA MANUSIA, HEWAN, TUMBUH2AN, BAHKAN TERMASUK KALANGAN JIN, ITU KARENA SATU RAHMAT SAJA DARI 100 RAHMAT ALLAH.

إن لله مائة رحمة أنزل منها رحمة واحدة بين الجن والإنس والبهائم والهوام، فيها يتعاطفون، وبها يتراحمون، وبها تعطف الوحش على ولدها، وأخر الله تسعا وتسعين رحمة يرحم بها عباده يوم القيامة

“Sesungguhnya Allah memiliki 100 RAHMAT. Salah SATU di antaranya diturunkannya kepada kaum jin, manusia, hewan, dan tetumbuhan. Dengan rahmat itulah mereka saling berbelas kasih dan menyayangi. Dengannya pula binatang liar mengasihi anaknya. Dan Allah mengakhirkan 99 rahmat untuk Dia curahkan kepada hamba-hamba-Nya pada hari kiamat.”

(Muttafaq ‘alaih; dalam Shahih Bukhari no. 6104 dan Shahih Muslim no. 2725; lafal hadits ini dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Allahualam...
Jika ada yang ingin menambahkan, mengurangi, apalagi koreksi, maka tentu dipersilakan, jazakumullahu khairan katsiran...
________________
Daftar acuan juga:
http://firanda.com/…/246-ternyata-mencium-anak-anak-mendata…-
http://muslimah.or.id/…/kasih-sayang-allah-kepada-hamba-nya…

Sumber : https://www.facebook.com/ummu.fahrianida/posts/975422175836195