Tampilkan postingan dengan label Taubat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taubat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2015

Dumay (Dunia Maya)


Oleh : Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid Lc. hafidzahullah
Dunia maya tidak akan menggambarkan hakikat sifat dan agama seseorang yang kita belum kenal..
Banyak hal yang tidak anda dapati di dunia nyatanya..

Wahai ikhwan wa akhawat..

Ingatlah dunia maya ini jangan sampai menjerumuskan ke dalam kubangan cinta tak jelas..
Banyak kejadian suami menceraikan istrinya karena kejerat tali kasih di dunia maya..
Berapa banyak wanita yang hilang hormatnya kepada suami karena kata manis kekasihnya di dumay...

Begitu banyak penyesalan jalan menuju jodoh lewat dunia maya..
Jangan tergoda indahnya kata tulisan..
Mana ada seorang pemuda sholih atau pemudi sholihah yang saling menebar pujian ke lawan jenis atau tebar pesona..

Seorang muslim yang bijak hendak berfikir dulu sebelum beranjak..
Ayam saja bisa lari jika mau disembelih karena melihat kawannya disembelih majikannya..
Kenapa kita kurang ambil pelajaran...


http://salamdakwah.com/baca-artikel/dumay--dunia-maya-.html

Minggu, 19 April 2015

Untukmu yang Berjiwa Hanif


Ustadz Armen Halim Naro, Lc

-semoga Allah meluaskan kuburnya-
"KETENANGAN HANYA ADA DI MAJELIS ILMU"
Kaum Muslimin dan Muslimat..
Yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala..
Saya yakin hari ini ada usaha yang diterlantarkan...
Ada pekerjaan yang kita undurkan untuk hadir di majelis ta'lim..
Ada waktu yang tidak disisihkan untuk bercengkrama dengan keluarga dan anak-anak..
Akan tetapi kita telah ikhlas untuk Allah 'azza wa jalla..
Seorang Muslim mengikhlaskan waktunya pada Allah...
Alangkah nikmatnya hidup..
Alangkah bahagianya Hidup
Untuk Allah...
Hari ini saya datang ke majelis ta'lim hanya untuk Allah..
tidak untuk riyaa ' tidak untuk sum'ah..
Akan tetapi saya berjalan menuju surga...
Berbahagialah langkah,
Berbahagialah kaki yang berjalan menuju surga...
Akan tetapi yakinlah..!!
bahwa rizqi yang kita tunda tersebut bukanlah ditangan kita.
Banyak orang-orang yang letih,
banyak orang-orang yang menghabiskan waktunya untuk mencari rizqi..
Akan tetapi ia tidak mengerti bahwa rizqi disini..
Rizqi di majelis ta'lim..
Bukankah didalam mejlis ta'lim turun rahmat Allah..?
rizqi Allah turun..?
bagi orang-orang yang kesulitan untuk dibayar hutangnya,
bagi orang-orang yang menagih hutang yang belum selesai,
Datanglah ke majelis ta'lim, sesungguhnya buhul rizqi ada di majelis ta'lim.
Turun kepada mereka (orang yang bermajelis) rahmat,
Turun Rahmat yaa Ikhwan...
Rahmat yang ia adalah buhul kebahagiaan.
Mungkin seorang suami meninggalkan istrinya dalam keadaan marah, hatinya gundah hatinya tidak tenang akan tetapi ia mencoba untuk hadir di majelis ta'lim ini, untuk mendengarkan kalamullah dan kalamurasulillah.
Daripada dia berangkat,
ketempat-tempat maksiat,
dia ingin bersimpuh mendengarkan kalamullah disini..
"tidaklah turun orang orang yang bersimpuh mempelajari kitab Allah dan sabda Nabinya kecuali turun ketenangan"

TAK BISA KULUPAKAN

Ikhwah fiillah

Nasehat ini diperuntukkan untuk diri kita yang selalu merasa lebih baik dari pada yang lain.
Diri kita yang selalu sibuk menilai dosa - dosa teman kita, baik teman kita yang ada di majlis ilmu, atau teman seperjuangan dalam da'wah, atau kaum muslimin secara umum, atau, dan atau yang lainnya.

Padahal yang dikehendaki kebaikan adalah seorang hamba sebagaimana nasehat yang dituturkan oleh Ulama Rabbani Al-Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah dalam Kitabnya " Thariq Al Hijratain " yang mesti kita catat dengan tinta emas.

Mari kita simak penuturan Ai-Imam Ibnu Qayyim sebagai berikut :
Seseungguhnya apabila Allah Subhanahu Wa Ta'ala menghendaki kepada Seorang hamba kebaikan maka :
- Allah mencabut dari hatinya penglihatan terhadap amalan - amalan baiknya.
- Allah mencabut dari lisannya untuk menceritakan amalan - amalan baiknya.
- Allah menyibukkannya untuk melihat dosanya.

Maka ia selalu melihat dosanya ada dikelopak matanya,
sehingga ia masuk surga.

Maka sesungguhnya diantara amalan yang diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala tatkala Allah angkat penglihatannya ( terhadap amalan baik ) dari hatinya dan penyebutannya dari lisannya.

Ikhwah fillah

Pelajaran yang bisa diambil :
- Waspadailah dari kebanggaan hati dan kesombongan yang membawa kita kepada api neraka.
- Selayaknya kita melupakan segala amalan baik kita, supaya hati kita tidak bangga dengan amalan baik yang kita perbuat.
- Tanda kesombongan seseorang terhadap amalan baiknya adalah selalu menyebut-nyebut kebaikan kita dengan lisannya.
- Tumbuhkan rasa penyesalan di dalam lubuk hati kita yang mendalam terhadap segala kesalahan kita.
- Janganlah engkau lupakan dosa - dosa kita.
- Bersegeralah kita menghapusnya dengan kebaikan - kebaikan.

Kemudian Al-Imam Ibnu Qayyim berpesan lagi :
Sebagian Ulama Salaf berkata :
" Sesungguhnya seorang hamba betul - betul melakukan kesalahan lalu ia masuk surga dan ia melakukan kebaikan lalu ia masuk neraka ".
Mereka bertanya : bagaimana ?
Ia menjawab : Ia melakukan kesalahan lalu selalu ada dikelopak matanya,

Dan apabila ia mengingatnya :
- Ia menyesalinya.
- Ia menganggap ( perbuatan baiknya itu ) remeh ( dibandingkan kesalahannya ).
- Ia tunduk kepada Allah.
- Ia bersegera untuk menghapusnya.
- Ia terpecah-pecah hatinya.
- Ia menghinakan dirinya kepada Allah.
- dan hilang dari dirinya kebanggaan hati dan kesombongannya.

Sedangkan seorang hamba yang ia melakukan kebaikan, lalu selalu ada dikelopak matanya :
- Ia melihat kepada kebaikannya.
- Ia mengungkit-ungkit kebaikannya.
- Ia melampaui batas dengan sebab kebaikannya.
- Ia menyombongkan diri dengan kebaikannya itu.
Sehingga ia masuk neraka, Nasaalullah assalamah.


Ustadz Nuruddin Abi Faynan Lc