Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2015

4 Penghapus Dosa


Siapa yang luput darinya tauhid kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya ‘azza wa jalla, maka sungguh seluruh amal-amalnya rusak, tidak bermanfaat sedikit pun untuknya...

(Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu, Majmu Fatawa Ibn Baz V/171)

Belajar Manhaj Salafy

4 Penghapus Dosa

Ibnu Taimiyah rahimahullah memberikan pelajaran amat bagus tentang apa saja amalan yang bisa menghapuskan dosa.
Penjelasan tersebut begitu ringkas dan sederhana yang semoga dapat menyentuh hati kita sehingga tidak terus berlarut dalam kubangan dosa.

Abul ‘Abbas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,
Dosa dapat terhapus dengan beberapa hal yaitu:

Pertama: Taubat.

Kedua: Istighfar yang tidak tercakup dalam taubat.
Sesungguhnya Allah mengampuni dan mengijabahi do’a hamba-Nya walaupun ia hanya beristihfar tanpa menyertakan taubat di dalamnya.
Namun jika taubat disertai dengan istighfar, maka itu lebih sempurna.

Ketiga: Amalan sholih yang menghapuskan dosa.
Amalan yang lebih bermanfaat adalah amalan yang sifatnya umum maupun khusus (dalam menghapuskan suatu dosa). …
Pengampunan dosa di sini diperoleh jika seseorang mengikutkan kejelekan dengan kebaikan.
Yang dimaksud hasanaat (kebaikan) adalah sesuatu yang dianjurkan oleh Allah melalui lisan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa perbuatan, akhlaq dan sifat.

Keempat: Musibah sebagai penghapus dosa.
Musibah adalah segala sesuatu yang terasa menyakitkan berupa rasa gelisah, sedih dan rasa sakit yang menimpa harta, kehormatan, jasad atau yang lainnya.
Namun musibah ini datang bukan atas kehendak hamba.

[Majmu’ Al Fatawa, 10/655,658.]
Info buku tentang Pengahpus Dosa
klik http://pustaka.muslim.or.id/2014/06/10-pelebur-dosa/
Muslim.Or.Id

Sumber : https://www.facebook.com/ummu.fahrianida/posts/975930885785324

Selasa, 14 April 2015

Kunci Surga

[Penulis: Al Ustadz Agus Su’aidi]

Ibarat sebuah pintu, surga membutuhkan sebuah kunci untuk membuka pintu-pintunya.

Namun, tahukah Anda apa kunci surga itu?

Bagi yang merindukan surga, tentu akan berusaha mencari kuncinya walaupun harus mengorbankan nyawa.

Tetapi Anda tak perlu gelisah, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah menunjukkan pada umatnya apa kunci surga itu, sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits yang mulia, beliau bersabda:

“Barang siapa mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah dengan penuh keikhlasan, maka dia akan masuk surga.“

(HR. Imam Ahmad dengan sanad yang shahih).

Ternyata, kunci surga itu adalah Laa ilaahaa illallah, kalimat Tauhid yang begitu sering kita ucapkan.

Namun semudah itukah pintu surga kita buka?

Bukankah banyak orang yang siang malam mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah, tetapi mereka masih meminta-minta (berdoa dan beribadah) kepada selain Allah, percaya kepada dukun-dukun dan melakukan perbuatan syirik lainnya?

Akankah mereka ini juga bisa membuka pintu surga?

Tentu tidak mungkin!

Dan ketahuilah, yang namanya kunci pasti bergerigi.

Begitu pula kunci surga yang berupa Laa ilaaha illallah itu, ia pun memiliki gerigi.

Jadi, pintu surga itu hanya bisa dibuka oleh orang yang memiliki kunci yang bergerigi.

Al Imam Al Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya (3/109), bahwa seseorang pernah bertanya kepada Al Imam Wahab bin Munabbih (seorang tabi’in terpercaya dari Shan’a yang hidup pada tahun 34-110 H),

“Bukankah Laa ilaaha illallah itu kunci surga?”
Wahab menjawab: “Benar, akan tetapi setiap kunci yang bergerigi. Jika engkau membawa kunci yang bergerigi, maka pintu surga itu akan dibukakan untukmu!”
Lalu, apa gerangan gerigi kunci itu Laa ilaaha illallah itu?

Ketahuilah, gerigi kunci Laa ilaaha illallah itu adalah syarat-syarat Laa ilaaha illallah. Syaikh Abdurrahman bin Muhammad bin Qashim Al Hambali An-Najdi rahimahullah, penyusun kitab Hasyiyyah Tsalatsatil Ushul, pada halaman 52 kitab tersebut menyatakan, syarat-syarat Laa ilaaha illallah itu ada delapan, yaitu:

Pertama: Al ‘Ilmu (mengetahui)
Kedua: Al Yaqin (Meyakini)
Ketiga: Al Qobul (Menerima)
Keempat: Al Inqiyad (Tunduk Patuh)
Kelima: Ash Shidq (Jujur atau Benar)
Keenam: Al Ikhlas (Ikhlas)
Ketujuh: Al Mahabbah (Cinta)
Kedelapan: Al Kufru bimaa Siwaahu (Mengingkari Sesembahan yang Lain)